Introspeksi
gerimis hujan mulai reda
lambat laun gemercik air itu hilang
senyap….
tinggal malam temani kesunyian
………..
saat temaram malam hening
teringat aku ‘kan canda yang menyegarkan
di kala penat dan lelah hadir
sejenak aku tersenyum ….
kuambil lembar harianku
sekilas kubaca coretan kecil itu
kutatap langit-langit kamarku
tersadar aku dengan apa yang telah kulakukan
kucari kesalahan masa lalu
kutelusuri kebodohan yang pernah menghantuiku
tuk akhirnya aku buang jauh dari lembar baruku
ku awali dengan memberi penilaian pada diri …
bahwa tidak sedikit noda hitam
yang sungguh membekas dalam setiap jengkal tubuh kita
aku menangis….
yah…aku hanya ingin menangis
aku tidak ingin membaurkan keduanya…
hanya ini yang bisa aku lakukan…..
hanya ini yang bisa aku kerjakan
inilah penyesalan yang tiada henti mengikutiku
hanya satu asa yang tersisa ……….
raih kebahagiaan yang lebih kurasakan kedalamannya
saat ku baca kembali ‘larik’ ini … akupun menangis…..
terharu aku pada diriku
semoga bukan hanya harap…………..
Jogjakarta, 8 Maret 2003
Aufie-Cilik
Kamis, Agustus 9, 2007 at 4:07 pm
penyesalan memang selalu datang belakangan ..
yang terpenting adalah kita selalu berusaha utk memperoleh dan melakukan yang terbaik bagi kita dan keluarga kita..
terlepas dari itu.. kita serahkan pada Yang Maha Kuasa..
setelah itu.. dengan berbekal pada pengalaman lalu.. kita ushaakan kembali yang terbaik yg dpat kita lakukan..