<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>aufie</title>
	<atom:link href="http://aurajogja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aurajogja.wordpress.com</link>
	<description>berbagi sedikit info</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jul 2007 03:02:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aurajogja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ce58b312e7d4ff5c49d3488c86effa7f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>aufie</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Efek Media Massa dalam Politik Oleh RR. Ardiningtiyas Pitaloka, S.Psi.**</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com/2007/07/25/efek-media-massa-dalam-politik-oleh-rr-ardiningtiyas-pitaloka-spsi/</link>
		<comments>http://aurajogja.wordpress.com/2007/07/25/efek-media-massa-dalam-politik-oleh-rr-ardiningtiyas-pitaloka-spsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 03:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurajogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurajogja.wordpress.com/2007/07/25/efek-media-massa-dalam-politik-oleh-rr-ardiningtiyas-pitaloka-spsi/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 28 Mei 2004
Psikologi sosial sebagai cabang ilmu psikologi mempelajari bagaimana individu dipengaruhi orang lain. Televisi, yang bisa menampilkan atau tampil sebagai ‘orang  lain’ juga memiliki pengaruh pada pikiran, perasaan dan perilaku kita.  
 
Pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung yang pertama kali terjadi di bumi Indonesia menjadi agenda utama media-media baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=94&subd=aurajogja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:maroon;">Jakarta, 28 Mei 2004</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Psikologi sosial sebagai cabang ilmu psikologi mempelajari bagaimana individu dipengaruhi orang lain. Televisi, yang bisa menampilkan atau tampil sebagai ‘orang <span> </span>lain’ juga memiliki pengaruh pada pikiran, perasaan dan perilaku kita. </span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung yang pertama kali terjadi di bumi Indonesia menjadi agenda utama media-media baik cetak maupun elektronik. Beberapa stasiun televisi berlomba-lomba menghadirkan informasi sebanyak dan seaktual mungkin. Mulai dari acara <em>talk show,</em> debat kandidat, dialog, atau poling sms. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Fenomena ini merupakan gambaran dari peran penting media dalam suatu pemilihan umum <em>(election) </em>seperti dikemukakan oleh Oskamp &amp; Schultz (1998), yakni memusatkan perhatian pada kampanye, menyediakan informasi akan kandidat dan isu seputar pemilu. Pertanyaan besar yang sering dilemparkan ialah, bagaimana media mempengaruhi wawasan politik, sikap dan perilaku masyarakat? </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Meskipun tidak semua orang setuju dengan model dan gaya yang ditampilkan media televisi atau media cetak, namun tercatat empat pengaruh media dalam politik bagi masyarakat yaitu (a) penambahan informasi, (b) kognitif, (c) perilaku memilih, (d) sistem politik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;color:navy;">Penambahan informasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hampir sebagian besar orang dewasa menyatakan bahwa mereka mendapatkan hampir seluruh informasi tentang berbagai peristiwa dunia maupun nasional dari media massa. Secara umum, studi telah menunjukkan bahwa masyarakat yang banyak mengkonsumsi media biasanya memiliki pengetahuan yang lebih baik dan aktual daripada yang tidak atau kurang memanfaatkan media. Namun hal ini lebih berlaku untuk media cetak ketimbang televisi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kelemahan media televisi ada pada kecenderungannya untuk lebih menyorot hal-hal yang ‘menghebohkan’, seperti huru-hara saat demonstrasi, reaksi elemen masyarakat terhadap kandidat tertentu, dan sebagainya. Kecenderungan ini akhirnya mengabaikan substansi isu politik itu sendiri. Fenomena ini, jauh-jauh hari telah ditegaskan oleh Patterson &amp; McClure (1976, dalam Oskamp &amp; Schultz,1998), <em>“Network news may be fascinating. It may be highly entertaining. But it simply not informed.&#8221; </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Selain itu, media televisi juga memiliki kapasitas terbatas untuk menghadirkan ulasan-ulasan yang mendalam, berbeda dengan media cetak yang bisa menampilkan berbagai tulisan sehingga pembaca bisa menyimaknya berkali-kali, bahkan berhenti sejenak untuk merenung atau diskusi dengan pembaca lain tanpa khawatir artikel tersebut akan ‘hilang’. Bandingkan dengan televisi, pemirsa tidak bisa ‘menghentikan’ tayangan untuk memberi waktu otaknya berpikir apalagi merenung. Meski demikian, tidak berarti televisi tidak pernah memberikan kontribusi dalam pemilihan umum. Buktinya di Amerika, dalam suatu studi tahun 1992 telah menunjukkan bahwa tayangan debat Clinton – Bush – Perrot, telah meningkatkan informasi tentang kandidat dan pandangan atau prinsip-prinsip yang dianut bagi para pemilih dalam pemilu tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;color:navy;">Efek Kognitif</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Media memiliki kemampuan untuk ‘mengatur’ masyarakat, <em>not what to think, but what to think about.</em> Penjelasan pada kalimat yang<span>  </span>‘indah’ ini ialah media cenderung mengarahkan masyarakat memikirkan hal-hal yang tersaji dalam menunya, bukan apa yang sebenarnya terjadi di sekitar masyarakat itu sendiri. Saat media A berbicara tentang Inul, merembet pada media lain, masyarakat pun ikut terlena didalamnya. Masalah kebanjiran yang menjadi langganan Jakarta pun tidak lagi terlalu mengusik, hingga tiba saat kondisi riil musibah itu. </span><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Perhatian masyarakat cenderung lebih dipengaruhi gambaran media daripada situasi nyata dunia. Contoh lain, semakin banyak media yang mengusung dan mengemas berita kriminal, masyarakat mungkin saja menjadi yakin bahwa ada suatu gelombang kejahatan, tanpa perlu lagi memastikan atau mencari tahu informasi sebenarnya apakah kejahatan memang meningkat, menurun atau konstan. Oleh kareena itulah, materi dalam media dapat menentukan ‘agenda publik’, yaitu suatu topik yang menjadi perhatian atau minat masyarakat serta mencoba untuk direspon.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;color:navy;">Perilaku memilih</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Secara luas, media lebih cenderung menguatkan tujuan-tujuan yang ada dalam pemungutan suara daripada merubahnya. Seperti telah disinggung diawal bahwa peran utama media dalam suatu pemilihan umum ialah menfokuskan perhatian masyarakat pada kampanye yang sedang berlangsung serta berbagai informasi seputar kandidat dan isu politik lainnya. Walaupun mungkin tidak memberi dampak langsung untuk merubah perolehan jumlah suara, namun media tetap mampu mempengaruhi banyaknya suara yang terjaring dalam suatu pemilu. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Menurut Noelle-Newman (1984,1992, dalam Oskamp &amp; Schulz,1998), secara implisit, masyarakat membuat suatu penilaian terhadap pihak maupun cara yang ditempuh untuk memenangkan pemilihan, atau isu-isu panas yang diperdebatkan. Penilaian personal yang dipengaruhi kuat oleh media ini diam-diam<span>  </span>bisa berdampak pada pengurangan jumlah suara bagi pihak yang kalah. Ulasan dini seputar pemilu atau laporan berdasarkan survei secara random dapat memperkuat penilaian masyarakat, terutama tentang siapakah yang akan menjadi pemenang dan mendorong terbentuknya <em>‘spiral silence’</em> diantara pihak yang merasa kalah atau menjadi pecundang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jadi, jangan terlalu yakin jika poling-poling sms di berbagai stasiun televisi tidak memiliki dampak apa-apa, setidaknya besarnya angka poling pada pihak A, akan mengusik atau menciutkan hati pihak B, atau lainnya. Masyarakat yang mengidolakan atau akan memilih capres-cawapres C misalnya, ‘<em>mau nggak mau</em> dipaksa untuk ‘meringis’ tatkala melihat jagonya berada di urutan buncit dalam poling sms, meski hampir semua percaya bahwa itu bukan representasi masyarakat Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;color:navy;">Efek dalam sistem politik</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Televisi telah merubah wajah seluruh sistem politik secara luas dengan pesat. Media ini tidak hanya mempengaruhi politik dengan fokus tayangan, kristalisasi atau menggoyang opini publik, namun secara luas berdampak pada para politisi yang memiliki otoritas dalam memutuskan kebijakan publik. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Media, dengan publisitas, pemasangan iklan dan ulasan beritanya, juga memiliki kemampuan yang kuat untuk secara langsung mempengaruhi meningkatnya jumlah dana dalam suatu kampanye politik. Begitu penting dan besarnya peran berita atau ulasan-ulasan media<span>  </span>dalam suatu pemilihan umum, maka baik staf maupun kandidat politik sebenarnya telah menjadi media itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;color:navy;">Kontrol Masyarakat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Begitu besar pengaruh dan peran media dalam perpolitikan, hendaknya dimanfaatkan secara bijaksana. Terkadang seorang tokoh atau pihak tertentu yang masih bermasalah di masa silam atau kini nampak begitu kemilau dan tiba-tiba bersih sehingga masyarakat pun lengah dengan kepahitan yang pernah ada. Terus berputar pada masa lampau juga tidak akan mencerahkan bangsa ini, namun melupakan masa lalu juga bukan syarat bagi perbaikan diri, terlebih suatu bangsa. </span><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kontrol masyarakat untuk selalu melihat segala sesuatu dengan proposional, kritis dan obyektif <u>sangat lah diperlukan</u>. Hendaknya media juga mendorong masyarakat untuk melakukan <strong><em>critical control</em></strong>, sehingga terjalin kerjasama yang benar-benar secara positif membawa manfaat dan kontribusi bagi kedua belah pihak : pihak media massa dan terutama, pihak masyarakat. (Jr)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;color:navy;">**Penulis adalah </span></em></strong><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;color:navy;">Mahasiswa Pascasarjana Psikologi Sosial Sains </span></em></strong><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;color:navy;">, </span></em></strong><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;color:navy;">Universitas Indonesia</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Sumber: <a href="http://www.e-psikologi.com/sosial/280504.htm">http://www.e-psikologi.com/sosial/280504.htm</a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="right"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aurajogja.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aurajogja.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurajogja.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurajogja.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurajogja.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurajogja.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurajogja.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurajogja.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurajogja.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurajogja.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurajogja.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurajogja.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=94&subd=aurajogja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurajogja.wordpress.com/2007/07/25/efek-media-massa-dalam-politik-oleh-rr-ardiningtiyas-pitaloka-spsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0b66acce5a1d6e68d453be36157b055?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aufie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Membuat Kliping</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/29/cara-mudah-membuat-kliping/</link>
		<comments>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/29/cara-mudah-membuat-kliping/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2006 04:38:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurajogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perpustakaan & Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/29/cara-mudah-membuat-kliping/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda yang suka membaca koran atau majalah dan tidak mau membiarkan berita tersebut hilang begitu saja, ada cara yang paling tepat untuk mendokumentasikan artikel terkait. Caranya dengan membuat kliping. Membuat kliping bukan sekadar menggunting dan menempel artikel, kemudian jadi. Akan tetapi, terdapat trik-trik khusus agar kliping tersebut rapi dan bersih. Karena itu, ikutilah petunjuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=84&subd=aurajogja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font face="Verdana" size="2">Bagi anda yang suka membaca koran atau majalah dan tidak mau membiarkan berita tersebut hilang begitu saja, ada cara yang paling tepat untuk mendokumentasikan artikel terkait. Caranya dengan membuat kliping. Membuat kliping bukan sekadar menggunting dan menempel artikel, kemudian jadi. Akan tetapi, terdapat trik-trik khusus agar kliping tersebut rapi dan bersih. Karena itu, ikutilah petunjuk berikut:</p>
<p>- Siapkan peralatan untuk membuat kliping: lem, gunting, kertas folio, pulpen dan pembolong kertas.<br />
- Tentukan artikel yang akan anda gunting<br />
- Gunting artikel tersebut dengan hati-hati, jangan sampai tulisannya terpotong<br />
- Garislah kertas folio tersebut menjadi 3 kolom<br />
- Tulislah sumber, tanggal, halaman, kemudian tentukan kelas artikel tersebut</p>
<p>Agar hasil kliping anda rapi, maka tempel artikel tersebut hanya pada pinggirnya saja. Bila ada kesalahan menempel, maka mudah dicopot. Pakailah lem batangan agar hasil yang ditempel bagus dan rapi. Supaya kliping yang dibuat awet, bersih dan rapi, diperlukan tempat penyimpanan khusus. Caranya, lubangi pinggir kertas sebelah kiri dengan menggunakan pembolong kertas lalu taruhlah di odner dengan menggunakan sistem Late in First out (masuk belakangan keluar duluan ). Kemudian tulislah di odner tersebut kelas kliping yang anda buat. Jika kliping anda ingin dijadikan seperti buku, maka ia perlu dikeluarkan dari odnernya dengan memberi halaman pada tiap lembarnya, kemudian dibuat daftar isi dan halaman judulnya. Jilidlah kliping yang sudah dibuat daftar isi dan covernya sebaik mungkin.</p>
<p>Maka, kini anda mempunyai koleksi artikel yang anda inginkan. Selamat mencoba! (DM)<br />
</font>SUmber: http://www.kalyanamitra.or.id/kalyanamedia/1/3/pustakaria2.htm</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aurajogja.wordpress.com/84/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aurajogja.wordpress.com/84/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurajogja.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurajogja.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurajogja.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurajogja.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurajogja.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurajogja.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurajogja.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurajogja.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurajogja.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurajogja.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=84&subd=aurajogja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/29/cara-mudah-membuat-kliping/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0b66acce5a1d6e68d453be36157b055?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aufie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Layanan Informasi Dambaan: Kepuasan versus Kecanggihan</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/29/layanan-informasi-dambaan-kepuasan-versus-kecanggihan/</link>
		<comments>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/29/layanan-informasi-dambaan-kepuasan-versus-kecanggihan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2006 04:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurajogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perpustakaan & Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/29/layanan-informasi-dambaan-kepuasan-versus-kecanggihan/</guid>
		<description><![CDATA[ &#8220;Mudah-mudahan kita tidak hanya melakukan dengan benar saja, namun yang penting bahwa kita memang mengerjakan yang benar.&#8221;
(Blasius Sudarsono)
Perpustakaan, pusat dokumentasi, pusat informasi atau apapun istilahnya merupakan sebuah institusi yang dibangun untuk kepentingan masyarakat. Pengorganisasian informasi ini dilakukan karena adanya kebutuhan akan informasi yang mudah bagi pihak yang membutuhkan baik perorangan maupun kelompok. Oleh karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=83&subd=aurajogja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font face="Verdana" size="2"> &#8220;Mudah-mudahan kita tidak hanya melakukan dengan benar saja, namun yang penting bahwa kita memang mengerjakan yang benar.&#8221;<br />
(Blasius Sudarsono)</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Perpustakaan, pusat dokumentasi, pusat informasi atau apapun istilahnya merupakan sebuah institusi yang dibangun untuk kepentingan masyarakat. Pengorganisasian informasi ini dilakukan karena adanya kebutuhan akan informasi yang mudah bagi pihak yang membutuhkan baik perorangan maupun kelompok. Oleh karena itu, layanan yang dilakukan selalu berorientasi pada masyarakat, sebagai pengguna informasi. Kepuasan pengguna merupakan petunjuk utama bagi pelaksana pengorganisasian informasi.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Dalam perkembangannya, kebutuhan pengguna informasi juga berubah-ubah baik dari segi keragaman isi maupun aksesnya. Mobilisasi manusia yang makin cepat menimbulkan tuntutan hidup yang kian besar dan beragam. Perubahan pola hidup masyarakat ini mengubah pula karakter kebutuhan informasi mereka. Pengguna cenderung membutuhkan semakin banyak informasi untuk mengimbangi aktivitasnya, namun waktu dan energi mereka terbatas untuk menelusuri informasi tersebut. Efisiensi dan efektifitas menjadi pertimbangan utama pengguna dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam hal ini, konsep layanan informasi yang bersifat konvensional, yang hanya menunggu pengguna dating harus dikembangkan ke arah yang lebih aktif atau menjemput bola istilahnya. Perpustakaan harus bertransformasi atau menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Dalam transformasinya di tengah kemajuan ilmu pengetahuan termasuk teknologi informasi dan komunikasi, perpustakaan harus mampu memberikan nilai tambah pada informasi melalui streamlining, ekspansi dan inovasi. Selain mempermudah dan memperluas akses, perpustakaan hendaknya mampu melakukan manajemen pengetahuan secara maksimal. Selama ini, perpustakaan termasuk kajiannya lebih banyak berfokus pada organisasi dan penyebaran informasi dan memperhatikan pengetahuan yang sudah terekam di luar pikiran penciptanya. Padahal, banyak pengetahuan yang masih ada dalam kepala dan belum pernah direkam dalam sumber-sember informasi yang umumnya dikelola oleh perpustakaan selama ini.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Untuk meningkatkan nilainya, perpustakaan harus memfasilitasi dan berpartisipasi pasif maupun aktif dalam manajemen pengetahuan penggunanya. Kemas ulang informasi menjadi sebuah alternatif yang makin diminati pengguna. Tentu saja sebuah perpustakaan harus mengenali terlebih dulu karakter penggunanya sebelum menentukan format layanan kemas ulang yang akan diberikan.<br />
Ke depan, perpustakaan harus lebih memfokuskan diri sebagai community information intermediary, yaitu institusi yang dapat memahami dan berempati terhadap komunitas pengguna, memiliki pemahaman yang mendalam terhadap dunia informasi dan organisasinya serta dengan aktif selalu mengembangkan dan meningkatkan mekanisme yang menghubungkan keduanya. Kompetensi yang harus dimiliki dalam paradigma baru harus disesuaikan dan ditingkatkan seiring dengan perubahan tuntutan pengguna, yaitu akses informasi secara lebih luas, cepat dan tepat.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Penegasan makna kelompok pengguna yang akan dilayani adalah faktor penting dalam menentukan layanan yang akan diberikan. Layanan yang tepat dan tingkat kepuasan harus dilihat dari kacamata pengguna yang akan dilayani. Sering perpustakaan menentukan sendiri jenis dan bentuk layanan yang tepat bagi penggunanya tanpa memperhatikan karakter pengguna, terlebih tingkat kepuasannya. Kenyataannya kondisi masyarakat Indonesia termasuk pemahaman dan apresiasinya terhadap perpustakaan masih sangat beragam. Di satu sisi, masyarakat yang menerima secara terbuka kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memerlukan akses yang cepat dan luas tanpa dibatasi ruang dan waktu. Karakter ini menuntut layanan perpustakaan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Di sini kecanggihan teknologi sangat dibutuhkan termasuk sumber daya manusia yang menguasai teknologi tersebut. Dalam masyarakat dengan karakter ini waktu lebih berharga daripada beaya materi yang dikeluarkan. Dalam perkembangannya, saat ini layanan perpustakaan mengarah pada komunitas pengguna.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Kondisi yang kontradiktif bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia belum tersentuh sama sekali oleh kemajuan teknologi informasi dan komunnikasi. Masih banyak masyarakat yang belum mampu merumuskan kebutuhan mereka akan informasi yang dapat meningkatkan taraf hidup, kalaupun tahu mereka masih belum mempunyai banyak akses menuju ke sana. Satu kebutuhan yang mereka pahami dengan pasti adalah bertahan hidup, yaitu bisa makan setiap hari. Bahkan, pendidikan dan kesehatan pun jauh dari jangkauan mereka. Seperti judul buku Insist Press Yogyakarta yaitu &#8220;Orang Miskin Dilarang Sekolah, Orang Miskin Dilarang Sakit&#8221;. Masyarakat yang belum melek huruf, bagaimana mereka akan menerima kehadiran perpustakaan dalam hidupnya, jika bukan perpustakaan itu sendiri yang aktif dan beradaptasi dengan mereka?</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Idealisme perlu dimiliki untuk mentransformasi perpustakaan menjadi bagian dari hidup keseharian masyarakat. Perubahan yang dilakukan perpustakaan di Indonesia selayaknya mengacu pada perkembangan global yang didasarkan pada karakter masyarakat yang ada. Seperti proses perkembangan yang telah dilalui dari masyarakat berburu, peramu, pertanian, industri hingga kini dikenal sebagai masyarakat informasi. Masing-masing masyarakat tentu memiliki karakter sendiri yang harus dipahami secara objektif dan menyeluruh. Bagaimana proses perubahan ini dapat dipikirkan, dirancang dan dilaksanakan; rasanya menjadi hal penting dan mendesak untuk mewujudkannya.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Bila kita lihat kembali pada paragaraf 13-14<sup> 1)</sup> Deklarasi World Summit on the Information Society (WSIS) yang dilaksanakan di Genewa, 10-12 Desember 2003, ditegaskan bahwa dalam membangun masyarakat informasi harus memperhatikan kebutuhan masyarakat marginal. Karena itu, transformasi layanan perpustakaan harus berdasarkan karakter masyarakat yang beragam tersebut. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang canggih dibutuhkan untuk mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu cepat. Namun, apakah kecanggihan itu bisa dinikmati oleh komunitas pengguna kita? Pertanyaan yang harus kita kembalikan pada karakter komunitas pengguna layanan perpustakaan itu sendiri. Kembali pada prinsip perpustakaan yang beorientasi pada pengguna, maka kepuasan pengguna menjadi indikator utama. Oleh karena itu, menjadi tugas perpustakaan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasaan penggunanya. Kepuasan tidak selalu sama dengan kecanggihan. (SN)</font></p>
<p><font face="Verdana" size="1">1)<br />
Paragraf 13<br />
Dalam membangun masyarakat informasi, kita harus lebih memberikan perhatian pada kebutuhan khusus kelompok terpinggirkan dan lemah dalam masyarakat, termasuk migran, orang tersisih dan pengungsi, pengangguran, orang miskin, minoritas, dan orang nomaden. Kita juga harus memahami kebutuhan khusus orang tua dan penyandang cacat.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="1">Paragraf 14<br />
Kami berniat teguh untuk memberdayakan orang miskin, khususnya yang hidup di tempat jauh, pedesaan dan daerah pinggiran kota, untuk mengakses informasi dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana pendukung upaya mereka mengentaskan diri dari kemiskinan.</font></p>
<p>Sumber: http://www.kalyanamitra.or.id/kalyanamedia/1/3/pustakaria1.htm</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aurajogja.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aurajogja.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurajogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurajogja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurajogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurajogja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurajogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurajogja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurajogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurajogja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurajogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurajogja.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=83&subd=aurajogja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/29/layanan-informasi-dambaan-kepuasan-versus-kecanggihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0b66acce5a1d6e68d453be36157b055?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aufie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Planet dan Peradaban Manusia (Refleksi &#8216;Pemecatan&#8217; Pluto)</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/planet-dan-peradaban-manusia-refleksi-pemecatan-pluto/</link>
		<comments>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/planet-dan-peradaban-manusia-refleksi-pemecatan-pluto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2006 07:54:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurajogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Intermezo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/planet-dan-peradaban-manusia-refleksi-pemecatan-pluto/</guid>
		<description><![CDATA[Moh Ali Fauzi
Dosen STAI Al-Falah As-Sunniyah, Jember
Jika kita hidup di atas sebuah planet di mana segala sesuatu tidak pernah berubah, sedikit sekali yang bisa dikerjakan. Maka tidak ada yang harus dibayangkan, dan tidak akan ada dorongan untuk bergerak menuju ilmu pengetahuan. Namun jika kita hidup di dalam dunia yang tidak bisa diramalkan, kita juga tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=82&subd=aurajogja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Moh Ali Fauzi</strong><br />
Dosen STAI Al-Falah As-Sunniyah, Jember</p>
<p>Jika kita hidup di atas sebuah planet di mana segala sesuatu tidak pernah berubah, sedikit sekali yang bisa dikerjakan. Maka tidak ada yang harus dibayangkan, dan tidak akan ada dorongan untuk bergerak menuju ilmu pengetahuan. Namun jika kita hidup di dalam dunia yang tidak bisa diramalkan, kita juga tidak akan bisa menggambarkan semua keadaan. Di sini juga tidak akan ada ilmu pengetahuan.</p>
<p>Tetapi kita hidup di alam semesta yang berada di antara kedua keadaan ini. Di alam ini semua keadaan berubah mengikuti pola, aturan, atau mengikuti yang kita katakan sebagai hukum-hukum alam. Seluruh peristiwa dan hukum-hukum alam itu memungkinkan kita bisa menggambarkan segala sesuatu. Akhirnya, kita bisa bekerja dengan ilmu, dan dengannya bisa memperbaiki hidup kita.</p>
<p><strong>Pemecatan Pluto</strong><br />
Beberapa pekan lalu, 2.500 astronom dari 75 negara telah membuat pergeseran dramatis dalam dunia astronomi. Untuk pertama kalinya sejak Copernicus menyatakan bumi berevolusi mengitari matahari, abad ke-16, para astronom menciptakan definisi yang universal tentang planet. Pluto pun tereliminasi dari jajaran Planet.</p>
<p>Sebuah objek langit yang mengitari matahari akan pantas disebut planet apabila, <em>pertama</em>, memiliki bidang orbitnya yang ekslusif, bersih dari tetangga-tetangganya. <em>Kedua</em>, objek itu harus memiliki massa yang cukup untuk gaya gravitasinya sehingga mampu mempertahankan kebulatan bentuknya. Pluto secara otomatis didiskualifikasi karena orbitnya <em>overlap</em> dengan Neptunus. Status Pluto diturunkan menjadi planet mini.</p>
<p>Clyde Tombaugh, seorang ahli astronomi amatir Amerika di Lowell Observatory, adalah orang yang menemukan Pluto pada 18 Februari 1930. Tombaugh meninggal pada 1997. Sedangkan Venetia Burney, murid sekolah Inggris, saat dia berusia 11 tahun telah mengusulkan nama Pluto. Kini masih hidup dan tinggal di Inggris. Nama Pluto pun resmi diterima pada 1 Mei 1930. Kedua orang inilah yang barangkali secara emosional harus diingat dalam hubungannya dengan keberadaan Pluto sebagai planet.</p>
<p>Pluto secara resmi diakui sebagai planet kesembilan oleh Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) pada tahun 1930. Oleh perkumpulan yang sama pula, dalam pertemuan di Praha, Ceko, Kamis 24 Agustus 2006, Pluto dicoret dari jajaran nama planet dalam tata surya kita. Keputusan sudah diambil, dan itu adalah pilihan yang paling rasional yang harus diputuskan secara ilmiah.</p>
<p>Lebih dari setengah abad, kita telah hidup dalam tata surya dengan sembilan planet. Kini, para astronom mengubah rumah tangga kosmos kita dengan hanya menjadi delapan planet. &#8220;Keputusannya sudah final, resmi, hanya ada delapan planet dalam sistem tata surya kita,&#8221; kata Mike Brown, astronom dari Caltech University, AS. Namun karena menyadari begitu lekatnya dalam ingatan antargenerasi, Brown akhirnya berujar, &#8220;barangkali saya akan tercatat dalam sejarah sebagai lelaki pembunuh Pluto&#8221;.</p>
<p>Kalau saja Pluto masih dianggap sebagai planet, akan ada puluhan planet dalam tata surya kita. Ada objek-objek lain yang bentuk dan ukurannya mirip Pluto, seperti Xena, Verona, Terran, Ceres, dan masih banyak lagi. Sekali lagi, persoalan planet Pluto adalah persoalan ilmu pengetahuan. Persoalan data dan fakta yang harus diterima. Pencoretan Pluto sebagai planet tidak hanya harus mengubah buku-buku pelajaran sekolah dan sejarah astronomi, melainkan yang lebih penting adalah meluruskan ingatan yang telah tertanam begitu kuat selama lebih dari setengah abad. Mengapa persoalan astronomi dan planet begitu penting?</p>
<p><strong>Posisi astronomi</strong><br />
Mempelajari astronomi merupakan upaya memahami tatanan kosmos dalam kehidupan. Pada mulanya, dan hingga kini, kita selalu belajar dari alam untuk bertahan hidup. Kemampuan untuk membaca kalender di langit bisa dikatakan sebagai persoalan hidup dan mati. Kita memetik dan memanen hasil pertanian pada musim tertentu, tetapi tidak pada musim-musim yang lain. Saat kita menemukan pertanian, kita harus hati-hati menanam dan memanen tanaman kita pada musim yang tepat.</p>
<p>Pernah berlangsung suatu masa di mana belum ada televisi, bioskop, radio, atau buku dan sebagian besar kehidupan manusia dihabiskan dalam masa-masa seperti itu. Di sekitar bara api kemah yang hampir mati pada malam yang tak berbulan, manusia mengamati bintang-bintang. Sebagai contoh, di langit utara ada pola atau konstalasi yang mirip beruang kecil. Beberapa kebudayaan memanggilnya beruang besar. Kebudayaan lain bisa melihat gambar atau bayangan yang sangat berbeda. Gambaran ini tentu saja tidak ada di langit, manusia sendirilah yang meletakkannya di sana.</p>
<p>Planet disebut juga sebagai bintang-bintang pengelana. Nenek moyang kita yang pengembara pasti merasakan ikatan dengan planet-planet ini. Dalam masyarakat modern, membeli majalah astrologi akan sangat mudah. Tetapi jauh lebih sulit mencari majalah tentang astronomi. Hampir semua surat kabar memiliki kolom astrologi. Artinya, astrologi hingga kini masih begitu dekat dalam kehidupan kita.</p>
<p>Astrologi berpendapat bahwa tempat kedudukan planet-planet pada konstelasi saat seseorang lahir akan mempengaruhi masa depannya. Para astrolog mempelajari pergerakan planet dan bertanya pada diri mereka sendiri, apa yang terakhir terjadi saat katakanlah, Venus terbit di rasi Taurus. Mungkin hal yang sama juga akan terjadi sekarang ini.</p>
<p>Johannes Kepler pernah berkata, &#8220;Tuhan selalu memberi kepada makhluknya segala cara untuk hidup. Untuk para astronom, ia memberikan astrologi.&#8221; Peran astronomi dan planet dalam kehidupan tidak saja di bidang ilmu pengetahuan, namun juga mempengaruhi cara hidup manusia dalam memahami tempat hidupnya, rumah tangga kosmos alam semesta.</p>
<p>Penjelajahan kosmos adalah perjalanan menapak tilas untuk menemui diri sendiri. Perjalanan itu kita lakukan dengan alat yang bernama ilmu pengetahuan. Memang, alatnya belum sempurna dan sering disalahgunakan. Ada pembuat perangkat destruktif produk sains dan mengatasnamakan pertahanan dan perdamaian. Tetapi masih banyak kegiatan konstruktif lainnya yang bisa diciptakan oleh sains. Perubahan ilmu pengetahuan adalah bagian dari upaya memperbaiki kehidupan manusia itu sendiri.</p>
<p>Sumber: Republika On Line, Rabu, 06 September 2006</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aurajogja.wordpress.com/82/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aurajogja.wordpress.com/82/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurajogja.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurajogja.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurajogja.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurajogja.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurajogja.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurajogja.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurajogja.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurajogja.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurajogja.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurajogja.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=82&subd=aurajogja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/planet-dan-peradaban-manusia-refleksi-pemecatan-pluto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0b66acce5a1d6e68d453be36157b055?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aufie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Introspeksi</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/introspeksi/</link>
		<comments>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/introspeksi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2006 07:44:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurajogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Intermezo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/introspeksi/</guid>
		<description><![CDATA[gerimis hujan mulai reda
lambat laun gemercik air itu hilang 
senyap&#8230;.
tinggal malam temani kesunyian
&#8230;&#8230;&#8230;..
saat temaram malam hening
teringat aku ‘kan canda yang menyegarkan  
di kala penat dan lelah hadir
sejenak aku tersenyum &#8230;.
kuambil lembar harianku 
sekilas kubaca coretan kecil itu
kutatap langit-langit kamarku
tersadar aku dengan apa yang telah kulakukan
kucari kesalahan masa lalu
kutelusuri kebodohan yang pernah menghantuiku
tuk akhirnya aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=80&subd=aurajogja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span>gerimis hujan mulai reda</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>lambat laun gemercik air itu hilang </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>senyap&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>tinggal malam temani kesunyian</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>&#8230;&#8230;&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>saat temaram malam hening</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>teringat aku ‘kan canda yang menyegarkan<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>di kala penat dan lelah hadir</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>sejenak aku tersenyum &#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>kuambil lembar harianku </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>sekilas kubaca coretan kecil itu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>kutatap langit-langit kamarku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>tersadar aku dengan apa yang telah kulakukan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>kucari kesalahan masa lalu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>kutelusuri kebodohan yang pernah menghantuiku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>tuk akhirnya aku buang jauh dari lembar baruku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>ku awali dengan memberi penilaian pada diri &#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>bahwa tidak sedikit noda hitam </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>yang sungguh membekas dalam setiap jengkal tubuh kita </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>aku menangis&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>yah&#8230;aku hanya ingin menangis</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>aku tidak ingin membaurkan keduanya&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>hanya ini yang bisa aku lakukan&#8230;.. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>hanya ini yang bisa aku kerjakan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>inilah penyesalan yang tiada henti mengikutiku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>hanya satu asa yang tersisa &#8230;&#8230;&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>raih kebahagiaan yang lebih kurasakan kedalamannya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>saat ku baca kembali ‘larik’ ini &#8230; akupun menangis&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>terharu aku pada diriku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>semoga bukan hanya harap&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jogjakarta, 8 Maret 2003</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Aufie-Cilik</span></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aurajogja.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aurajogja.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurajogja.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurajogja.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurajogja.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurajogja.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurajogja.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurajogja.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurajogja.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurajogja.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurajogja.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurajogja.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=80&subd=aurajogja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/introspeksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0b66acce5a1d6e68d453be36157b055?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aufie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SORE ITU DI SIMPANG JALAN</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/sore-itu-di-simpang-jalan/</link>
		<comments>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/sore-itu-di-simpang-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2006 07:40:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurajogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Intermezo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/sore-itu-di-simpang-jalan/</guid>
		<description><![CDATA[ Hujan menyapa ketika senja lenyap. 
sebentuk pesan  tentang waktu terus tiba 
sedangkan di sana 
masih banyak di antara kita yang harus tertatih 
tuk raih hidup yang lebih menjanjikan 
 
Sore itu …
berdiri dirimu diantara lampu jalan yang sedikit remang, 
temaram dan sayup oleh deras hujan dan hempasan kabut 
kau coba raba saku kecilmu
masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=81&subd=aurajogja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span> <!--[endif]--></span><span>Hujan menyapa ketika senja lenyap. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>sebentuk pesan<span>  </span>tentang waktu terus tiba </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>sedangkan di sana </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>masih banyak di antara kita yang harus tertatih </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>tuk raih hidup yang lebih menjanjikan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sore itu …</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>berdiri dirimu diantara lampu jalan yang sedikit remang, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>temaram dan sayup oleh deras hujan dan hempasan kabut </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>kau coba raba saku kecilmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>masih sedikit receh yang masuk kantongmu hari ini </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>setelah tadi siang berlomba unjuk aksi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>suarakan kepedihan hidup</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Hujan semakin guyur tubuh mungilnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>bercanda … dengan sesamanya yang masih memadati persinggahan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>bermain dengan luapan air…</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>bahkan telihat saling kotori tubuh kecil yang semakin menggigil </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>itulah saat tuk bersenang-senang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>lepas tawa dan jenuh</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>setelah seharian dendangkan lagu </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>setelah seharian lantunkan syair keriaan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>saat panas menyengat wajah </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>saat keringat membasahi tubuh </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>saat gerimis dan hujan mengguyurnya dengan tanpa belas</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>terus dan terus dilantunkan lagu itu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>hingga kendaraan berikutnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sungguh bukanlah sebuah hiburan baginya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>melainkan perjuangan …</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>melawan arus gelombang kehidupan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>yang kian hari kian terpuruk</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>perjuangan …</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>‘tuk pertahankan kerasnya hidup … demi hari berikutnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jogjakarta, 8 Maret 2003</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> </span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><span>Aufie-Cilik</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aurajogja.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aurajogja.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurajogja.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurajogja.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurajogja.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurajogja.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurajogja.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurajogja.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurajogja.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurajogja.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurajogja.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurajogja.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=81&subd=aurajogja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/sore-itu-di-simpang-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0b66acce5a1d6e68d453be36157b055?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aufie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBU&#8230;*Iwan Fals</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/ibuiwan-fals/</link>
		<comments>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/ibuiwan-fals/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2006 07:25:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurajogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/ibuiwan-fals/</guid>
		<description><![CDATA[Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki
Penuh darah, penuh nanah
Seperti udara
Kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas
Ibu&#8230; ibu&#8230;.
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas
Ibu&#8230; ibu&#8230;. 
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=78&subd=aurajogja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span></span></strong><span>Ribuan kilo jalan yang kau tempuh<br />
Lewati rintang untuk aku anakmu<br />
Ibuku sayang masih terus berjalan<br />
Walau tapak kaki<br />
Penuh darah, penuh nanah</p>
<p>Seperti udara<br />
Kasih yang engkau berikan<br />
Tak mampu ku membalas<br />
Ibu&#8230; ibu&#8230;.</p>
<p>Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu<br />
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu</p>
<p>Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku<br />
Dengan apa membalas<br />
Ibu&#8230; ibu&#8230;. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aurajogja.wordpress.com/78/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aurajogja.wordpress.com/78/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurajogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurajogja.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurajogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurajogja.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurajogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurajogja.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurajogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurajogja.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurajogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurajogja.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=78&subd=aurajogja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/28/ibuiwan-fals/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0b66acce5a1d6e68d453be36157b055?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aufie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Rasulullah SAW</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/doa-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/doa-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2006 08:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurajogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/doa-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[ Salah satu ayat yang menjelaskan tentang keberadaan Allah dan pentingnya berdoa dijelaskan dalam ayat-ayat yang berkaitan dengan perintah ibadah puasa.
Firman tersebut adalah, &#8221;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=76&subd=aurajogja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> <em><a href="http://swaramuslim.net/ISLAM/weblog.php?id=C0_34_4"></a></em><img src="http://swaramuslim.net/images/uploads/icon_doa.jpg" alt="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" />Salah satu ayat yang menjelaskan tentang keberadaan Allah dan pentingnya berdoa dijelaskan dalam ayat-ayat yang berkaitan dengan perintah ibadah puasa.</p>
<p>Firman tersebut adalah, <em>&#8221;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.&#8221; (QS 2: 186).</em></p>
<p>Ini menunjukkan bahwa Allah dekat dengan setiap hamba-hamba-Nya dan Allah akan mengabulkan doa dari setiap hamba-hamba-Nya, terlebih-lebih pada bulan Ramadhan. Hal ini sejalan dengan keterangan Rasulullah bahwa salah satu doa yang dikabulkan Allah adalah doa orang-orang yang berpuasa.</p>
<p>Dalam riwayat lain Rasulullah SAW menegaskan, &#8221;Inilah (Ramadhan) bulan yang ketika engkau diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doa dikabulkan. Bermohonlah kepada Allah, Rabb-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.&#8221; Karenanya, pada sisa Ramadhan ini, mari kita senantiasa terus bermohon dan berdoa kepada Allah. Salah satu doa yang Rasulullah ajarkan adalah, &#8221;Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, dari doa yang tidak didengar, dari jiwa yang tidak puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari golongan mereka yang empat macam itu.&#8221; (HR Tirmidzi dari Ibnu Umar).</p>
<p>Doa di atas merupakan doa yang merepresentasikan sifat atau keadaan yang mungkin dialami oleh setiap manusia. Hati yang tidak khusyuk dapat menyebabkan setiap ibadah yang dijalani tidak memberikan dampak pada kondisi keimanan kita. Ruh atau makna dari ibadah yang dilaksanakan tidak dapat diraih atau dipahami. Akibatnya, ibadah yang dilaksanakan hanya bernilai sekadar ritual dan di sisi Allah pun dapat menyebabkan tidak memiliki nilai ibadah.</p>
<p>Allah mencontohkan dalam firman-Nya bahwa shalat yang tidak khusyuk akan mengantarkan seseorang kepada siksa. Allah SWT berfirman, &#8221;Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna.&#8221; (QS 107: 4 &#8211; 7). Sebaliknya, khusyuk dalam beribadah merupakan salah satu tanda orang-orang beriman (perhatikan QS 23: 1-2).</p>
<p>Doa yang tidak didengar Allah merupakan kerugian bagi manusia. Doa yang tidak didengar, sebagaimana firman Allah dalam Alquran (QS 2: 186) di atas, salah satunya disebabkan oleh kemaksiatan yang dilakukan kepada Allah. Selain itu, doa yang tidak didengar bisa juga disebabkan oleh ketidakkhusyukan dalam berdoa.</p>
<p>Jiwa yang tidak puas menyebabkan kesengsaraan di dunia yang berkepanjangan. Sedangkan ilmu yang tidak bermanfaat menyebabkan ilmu yang diperoleh tidak berguna bagi dirinya dan tidak membawa kebaikan baginya. Uraian di atas menunjukkan betapa banyak keburukan yang diakibatkan oleh keempat golongan sifat di atas. Karenanya, mari kita berdoa agar kita terhindar dari keempat golongan orang tersebut. Wallahu a&#8217;lam bis-shawab.</p>
<p>Sumber: http://swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=2482_0_4_0_M</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aurajogja.wordpress.com/76/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aurajogja.wordpress.com/76/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurajogja.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurajogja.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurajogja.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurajogja.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurajogja.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurajogja.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurajogja.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurajogja.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurajogja.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurajogja.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=76&subd=aurajogja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/doa-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0b66acce5a1d6e68d453be36157b055?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aufie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.net/images/uploads/icon_doa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Ramadhan</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/indahnya-ramadhan/</link>
		<comments>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/indahnya-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2006 08:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurajogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/indahnya-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Saat buletin ini sampai di tangan para pembaca yang budiman, Ramadhan tengah memasuki akhir minggu kedua. Itu artinya, hampir separuh puasa Ramadhan telah kita lalui. Dengan demikian, Ramadhan tinggal separuh lagi. Orang yang memahami indahnya bulan Ramadhan tentu akan merasa sangat bersedih, betapa hari-hari puasa seakan cepat sekali berlalu. Rasanya baru kemarin kita memulai, tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=75&subd=aurajogja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://swaramuslim.net/images/uploads/islam/muslimah_sholat-s.jpg" alt="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" />Saat buletin ini sampai di tangan para pembaca yang budiman, Ramadhan tengah memasuki akhir minggu kedua. Itu artinya, hampir separuh puasa Ramadhan telah kita lalui. Dengan demikian, Ramadhan tinggal separuh lagi. Orang yang memahami indahnya bulan Ramadhan tentu akan merasa sangat bersedih, betapa hari-hari puasa seakan cepat sekali berlalu. Rasanya baru kemarin kita memulai, tak terasa, sekarang sudah berjalan separuh. Tentu sebentar lagi pula, Ramadhan dengan segenap keindahan, keberkahan, dan kemuliaannya akan meninggalkan kita. Bila umur kita panjang, tahun depan atau 11 bulan lagi kita baru akan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan.</p>
<p><strong><font size="2"><font color="#00cc66">Ramadhan Bulan Ampunan</font></font></strong><br />
Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah Allah SWT membuka peluang lebar-lebar bagi kita untuk membersihkan dosa dan kesalahan yang selama ini dilakukan asal kita melaksanakan puasa Ramadhan dengan landasan iman dan ikhlas serta tidak melakukan dosa-dosa besar. Tentang hal ini, Nabi menyatakan:</p>
<p>Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan landasan iman dan ikhlas akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Ahmad).</p>
<p>Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan menghapus dosa di antaranya selama dosa-dosa besar dijauhi. (HR Muslim).</p>
<p>Saking bersihnya kita dari dosa, sekeluar kita dari Ramadhan, kuta digambarkan bagaikan baru dilahirkan kembali oleh ibu kita.</p>
<p>Siapa saja yang berpuasa dan shalat malam (tarawih) karena iman dan ikhlas akan keluar dari dosanya seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya. (HR Ibn Majah dan al-Baihaqi).</p>
<p>Begitu mudahkah Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita? Jawabnya, ya. Yakinlah, Allah SWT pasti akan menerima tobat kita.</p>
<p>Sesungguhnya Allah pasti menerima tobat hamba-Nya selama belum mengalami sakratulmaut. (HR at-Tirmidzi).</p>
<p>Bahkan dalam hadis yang lain dijelaskan bahwa Allah SWT sesungguhnya sangat bergembira menyaksikan hambanya yang-meski berlumuran dosa-datang untuk bertobat lebih bergembira dibandingkan dengan orang yang dalam perjalanan di padang pasir menemukan kembali ontanya yang penuh perbekalan, yang sebelumnya hilang.</p>
<p>Muslim yang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, karena itu tidak mungkin. Sudah menjadi tabiat manusia melakukan kesalahan dan kekhilafan. Di samping dorongan hawa nafsu dan tarikan lingkungan juga karena memang setan telah berjanji akan terus menggoda manusia. Akan tetapi, kata Nabi, sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang bersegera bertobat.</p>
<p>Setiap manusia berbuat kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertobat. (HR Ad-Darimi).</p>
<p>Jadi, sudahkan Anda bertobat? Alhamdulillah bila sudah. Salah satu syarat tobat kita diterima Allah adalah, seperti dalam ayat di atas, kita berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan itu. Di sinilah peran penting puasa yang disebut Nabi bagaikan benteng untuk kita tidak melakukan kesalahan.</p>
<p>Puasa bagaikan benteng (yang mencegah perbuatan keji dan mungkar). (HR al-Bukhari).</p>
<p><strong><font size="2"><font color="#00cc66">Kemuliaan Ramadhan</font></font></strong><br />
Ramadhan memang bulan mulia. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Dalam bulan Ramadhan pula diturunkan al-Quran sebagai petunjuk hidup manusia, penjelas dan pembeda antara yang haq dan yang batil.</p>
<p>Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelas dari petunjuk itu, dan pembeda. (QS al-Baqarah [2]: 185).</p>
<p>Begitu banyak pujian Allah untuk bulan Ramadhan dan keistimewaan yang diberikan Allah untuk orang-orang yang berpuasa. Berbeda dengan ibadah yang lain, puasa dinyatakan untuk Allah sendiri:</p>
<p>Setiap amal manusia untuknya kecuali puasa. Puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membelasnya. (HR al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Bahkan dikatakan, bau mulut orang yang berpuasa (dan itu wajar karena seharian tidak kemasukan makanan atau minuman) ternyata pada sisi Allah lebih harum daripada bau minyak kesturi.</p>
<p>Sungguh, demi Zat yang jiwa Muhammad berada dal;am genggaman-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada Hari Kiamat darpada wangi minyak kesturi. (HR Muslim).</p>
<p>Dalam bulan Ramadhan, Allah yang Maha Pemurah menjadi lebih pemurah lagi. Dilipatkangandakan-Nya perhitungan pahala orang yang berbuat kebajikan. Siapa saja yang melakukan ibadah sunnah dihitung melakukan kewajiban dan yang melakukan kewajiban dilipatkangandakan pahalanya 70 kali dibandingkan dengan melakukan kewajiban di luar bulan Ramadhan.</p>
<p>Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan kebajikan (sunnah), dinilai sama melakukan fardhu di bulan lain. Siapa saja yang melakukan fardhu, dinilai 70 kali melakukan fardhu di bulan lain. (HR Ibn Khuzaimah).</p>
<p>Bahkan Allah juga akan menambah rezeki orang-orang beriman di bulan puasa ini.</p>
<p>Sesungguhnya engkau akan dinaungi bulan yang senantiasa besar lagi penuh berkah, bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Ramadhan adalah bulan sabar dan sabar pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan pemberian pertolongan dan bulan Allah menambah rezeki orang Mukmin. (HR al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dikatakan juga bahwa puasa memberikan kebahagiaan kepada yang melakukan, yakni ketika berbuka dan ketika bertemu Allah SWT kelak.</p>
<p>Untuk orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: ketika berbuka, ia senang dengan bukanya; ketika berjumpa dengan Allah kelak, ia senang dengan puasanya. (HR Muslim).</p>
<p>Benar sekali. Sepanjang hidup kita, tak terhitung sudah kita makan berbagai makanan. Akan tetapi, mengapa setiap berbuka, kita merasakan sesuatu yang berbeda. Ada perasaan lega, syukur, nikmat dan bahagia yang tak terkatakan. Semua itu tentu hanya bisa dirasakan oleh orang yang menjalankan puasa. Tidak aneh, saat berbuka adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh siapapun yang berpuasa.</p>
<p>Tentang kebahagiaan kedua, yakni saat bertemu dengan Allah, Nabi menyatakan bahwa puasa akan memberikan syafaat (pertolongan) kepada yang melakukannya dan menghindarkannya dari jilatan api neraka.</p>
<p>Puasa dan al-Quran akan memberi syafaat pada Hari Kiamat. Berkata Puasa, “Ya Tuhan, Engkau larang hamba-Mu makan dan memuaskan syahwat pada siang hari, dan sekarang ia meminta syafaat padaku karena itu.” (HR Ahmad).</p>
<p>Tidak berpuasa seorang manusia satu hari dalam jihad fi sabilillah kecuali dengan itu Allah menghindarkan dirinya dari neraka selama tujuh puluh tahun. (HR al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Tentang indahnya bulan Ramadhan, Nabi yang mulia mengatakan:</p>
<p>Seandainya manusia mengetahui kebaikan-kebaikan bulan Ramadhan, niscaya mereka mengharapkan sepanjang tahun adalah bulan Ramadhan. (HR Ibn Abi Dunya).</p>
<p>Bagaimana dengan kita, apakah juga mengharapkan sepanjang tahun menjadi bulan Ramadhan?</p>
<p><strong><font size="2"><font color="#00cc66">Dapat Apa? </font></font></strong><br />
Pertanyaan penting setelah kita melaksanakan puasa Ramadhan sekian hari lamanya adalah, apa yang sudah kita dapatkan dari puasa kali ini? Jawabannya tentu berpulang pada bagaimana kita memaknai puasa Ramadhan itu sendiri. Bila puasa dimaknai sekadar tidak makan dan minum serta tidak melakukan yang membatalkan puasa, tentu hanya itu pula yang bakal didapat. Puasa memang merupakan ibadah dalam bentuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman serta tidak melakukan hal yang membatalkan puasa pada siang hari Ramadhan. Itu betul. Akan tetapi, Nabi sendiri menyatakan:</p>
<p>Bukanlah puasa dari sekadar menahan makan dan minum tapi puasa yang sesungguhnya adalah menahan dari laghwu dan rafats. (HR Ibn Khuzaimah).</p>
<p>Itu menunjukkan bahwa ada makna yang lebih dalam dari sekadar menahan lapar dan dahaga.</p>
<p>Selama puasa, kita dilarang makan dan minum serta berhubungan seksual dengan istri atau suami kita. Padahal, makanan dan minuman itu halal, serta suami atau istri pun juga halal. Ternyata, dengan tekad dan kemauan yang besar, kita bisa. Nah, bila untuk menjauhi yang halal saja bisa, mestinya dengan tekad yang sama, semua perkara yang haram, lebih bisa lagi kita ditinggalkan.</p>
<p>Puasa Ramadhan memang adalah bulan riyâdhah (latihan) untuk meningkatkan kemauan kita untuk taat kepada aturan Allah. Bila berhasil, kelak di penghujung bulan Ramadhan kita benar-benar bisa disebut muttaqîn (orang yang bertakwa), yakni orang yang mempunyai kemauan yang kuat untuk senantiasa melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Artinya, semestinya pada bulan lain setelah Ramadhan, kita menjadi lebih taat kepada syariat-Nya.</p>
<p>Lalu, mengapa kenyataannya tidak demikian? Tetap saja, kemaksiatan terjadi di mana-mana. Karena negeri ini rakyatnya mayoritas Muslim, pelaku kejahatan juga tentu kebanyakan Muslim. Pelacuran dan perjudian marak di mana-mana; pornografi dan pornoaksi tetap saja terjadi; korupsi makin menjadi-jadi; dan sebagainya. Jika demikian, mana pengaruh puasa yang setiap tahun dilaksanakan?</p>
<p>Kita ternyata memang selama ini kurang peduli terhadap esensi ibadah. Shalat rajin, maksiat juga rajin. Haji ditunaikan, korupsi digalakkan. Bacaan al-Quran dilombakan, tetapi ajarannya dilecehkan. Benarlah kata Nabi:</p>
<p>Betapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan betapa banyak orang yang menghidupkan malam tidak mendapatkan apa-apa kecuali begadangnya saja. (HR Ibn Majah).</p>
<p>Mau sampai kapan kita begini terus? Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb.  (Hizbut Tahrir)</p>
<p>Sumber: http://swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=991_0_4_0_M</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aurajogja.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aurajogja.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurajogja.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurajogja.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurajogja.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurajogja.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurajogja.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurajogja.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurajogja.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurajogja.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurajogja.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurajogja.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=75&subd=aurajogja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/indahnya-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0b66acce5a1d6e68d453be36157b055?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aufie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.net/images/uploads/islam/muslimah_sholat-s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I&#8217;TIKAF</title>
		<link>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/itikaf/</link>
		<comments>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/itikaf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2006 08:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurajogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/itikaf/</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa melakukan i’tikaf (berdiam diri di masjid). Hal ini terus dilakukan Rasulullah sampai beliau wafat. Sudah semestinya kaum Muslimin melaksanakan sunnah yang diajarkan sosok teladan. Agar i’tikaf bisa memberikan hasil sesuai yang diharapkan dan agar orang yang beri’tikaf keluar dari masjid dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=73&subd=aurajogja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada masa sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa melakukan i’tikaf (berdiam diri di masjid). Hal ini terus dilakukan Rasulullah sampai beliau wafat. Sudah semestinya kaum Muslimin melaksanakan sunnah yang diajarkan sosok teladan. Agar i’tikaf bisa memberikan hasil sesuai yang diharapkan dan agar orang yang beri’tikaf keluar dari masjid dalam kondisi telah diampuni dosa-dosanya, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan, yaitu:</p>
<p><strong>Niat yang Baik </strong><br />
Hendaklah orang yang ingin beri’tikaf memurnikan niatnya untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, meraih derajat di akhirat dengan cara melepaskan diri dari kegiatan dunia dan mengisinya dengan amaliyah akhirat, serta menghidupkan sunnah Rasulullah.</p>
<h4>Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan</h4>
<p><img src="http://swaramuslim.net/images/uploads/islam/wirid.jpg" alt="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" />Inilah sunnah Rasulullah, yang berlandaskan pada hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, “Bahwasanya Rasulullah beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau beri’tikaf setelahnya.” Boleh saja beri’tikaf selain waktu-waktu itu, akan tetapi tetap saja yang terbaik adalah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.</p>
<h4>Di Masjid Jami’ (Agung)</h4>
<p>Tidak sah bila seseorang beri’tikaf di rumah Rasulullah mencontohkan i’tikaf di masjid. Allah berfirman, Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam masjid. (Al-Baqarah [2]: 187). Ayat ini menunjukkan bahwa tempat i’tikaf adalah masjid.</p>
<p>Seyogyanya orang yang beri’tikaf memilih masjid jami’ (yang menyelenggarakan shalat Jum’at) sehingga ia tidak perlu pindah dari masjid untuk menunaikan shalat Jum’at, berdasarkan kepada perkataan Aisyah, “Yang disunnahkan kepada orang yang sedang beri’tikaf ialah ia tidak menjenguk orang sakit, tidak melayat jenazah, tidak menyentuh wanita, tidak mencampurinya, tidak keluar masjid untuk satu urusan pun kecuali urusan yang tidak mungkin ia tinggalkan, tidak ada i’tikaf kecuali disertai dengan puasa dan tidak ada i’tikaf kecuali di masjid jami’.”</p>
<h4>Di Mihrab atau Tenda Khusus</h4>
<p><img src="http://swaramuslim.net/images/uploads/islam/prayer2.jpg" alt="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" />Cara ini akan membantu orang yang beri’tikaf untuk menyendiri bersama Tuhannya dan tidak menghabiskan waktu untuk bercakap-cakap dengan temannya. Rasulullah juga melakukan cara ini, sebagaimana yang dikisahkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah, “Bahwasanya Rasulullah jika hendak beri’tikaf beliau menunaikan shalat Shubuh lalu memasuki tempat i’tikafnya, dan suatu ketika beliau ingin beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, lalu beliau memerintahkan untuk dirikan tenda untuknya…”</p>
<h4>Memasuki Tenda Setelah Shalat Shubuh</h4>
<p>Yaitu pada hari pertama dari sepertiga terakhir bulan Ramadhan, karena itulah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits di atas. Ibnu Hajar berkata, “…dalam hal itu menunjukkan bahwa permulaan seseorang yang beri’tikaf memasuki tempat i’tikafnya ialah setelah shalat Shubuh.”</p>
<h4>Tidak Keluar Masjid</h4>
<p>Hendaklah tidak keluar kecuali untuk urusan yang sangat penting dan tidak mungkin ditinggalkan. Ia tidak disunnahkan menjenguk orang sakit, atau melayat jenazah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits terdahulu, kecuali jika ia mensyaratkan hal-hal tersebut ketika ia memulai beri’tikaf.</p>
<h4>Tidak Menyentuh Wanita</h4>
<p>Berdasarkan hadits terdahulu, dan berdasarkan firman Allah, Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam masjid. (Al-Baqarah [2]: 187).</p>
<h4>Sungguh-sungguh</h4>
<p>Tujuan utama dari i’tikaf adalah agar seseorang bisa berkonsentrasi untuk ibadah saja sambil menantikan datangnya lailatul qadr seperti yang disebutkan Allah, Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (Al-Qadr [97]: 3). Diriwayatkan, “Bahwasanya Rasulullah jika telah memasuki sepuluh terakhir beliau mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” Maksud mengencangkan kain di sini ialah bersungguh-sungguh dalam beribadah atau tidak mencampuri istrinya.</p>
<h4>Tidak Menyia-nyiakan Waktu</h4>
<p>Hendaklah seseorang yang beri’tikaf memanfaatkan setiap kesempatan yang ia miliki untuk beribadah, berdoa, membaca Al-Qur`an, istighfar, dzikir kepada Allah Swt, shalat, berpikir, dan merenung. Janganlah menyia-yiakan waktu dengan berbincang-bincang dengan teman dan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan ibadah.* (Pambudi, dikutip dari buku Ensiklopedi Etika Islam/Hidayatullah)</p>
<p>Sumber: http://swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=2460_0_4_0_M</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aurajogja.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aurajogja.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aurajogja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aurajogja.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aurajogja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aurajogja.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aurajogja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aurajogja.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aurajogja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aurajogja.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aurajogja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aurajogja.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aurajogja.wordpress.com&blog=296401&post=73&subd=aurajogja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aurajogja.wordpress.com/2006/09/26/itikaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0b66acce5a1d6e68d453be36157b055?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aufie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.net/images/uploads/islam/wirid.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.net/images/uploads/islam/prayer2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>